1 . Good mood
pernahkah anda bertemu seseorang
yang tak peduli seberapa frustrasi nya
dia, dia tetap menemukan cara
untuk tersenyum dan gembira? …seseorang
yang berkata “yah emang susah
sih… tapi bisa laaa!!!” atau “wah ga tau nih
bakal kayak gimana tapi bodo la!
…apapun yang terjadi tetep jalan!” atau
“wah! hari ini aku dipecat! sedih
sih… tapi seneng juga bisa cari kerjaan
baru… entar malem ke x2 yu? lu
yang traktir ya?… aku kan pengangguran!” :D
…dan pernahkah anda bertemu
seseorang yang seberapa beruntungnya dia
tapi selalu saja mengeluh?
seseorang yang berkata “haaaah! naik gaji tapi
tetep aja ga cukup!” dan
semacamnya…
seperti anda tau, emosi itu
menular. jika anda dapat memancarkan emosi
positif seakan tidak ada hal
apapun yang dapat merenggut kebahagiaan
anda, maka wanita akan lebih
tertarik dengan anda.
so be happy and stop complaining!
jadilah pria yang selalu melihat
sisi positif dari semua hal negatif yang
ditemuinya.
2. Tidak
berusaha mengambil simpati orang lain.
banyak orang melakukan hal hebat,
tapi sayangnya mereka terlalu
berlebihan dalam “membanggakan”
prestasi mereka.
orang yang ingin mendapatkan
simpati orang lain dengan menonjolkan
diri atau value nya adalah justru
orang yang tidak menarik.
orang yang dapat menahan
“gejolak” untuk memamerkan prestasi mereka
sehebat apapun itu dan mampu
untuk “stay in control”, adalah justru lebih
menarik.
be attractive but stay low key.
3. Tidak
berusaha untuk selalu memberikan pendapat terhadap semua masalah orang.
ini adalah hal yang vital!
kebanyakan orang mempunyai
pikiran yang salah… jika teman anda
menceritakan masalah mereka atau
curhat, itu bukan berarti mereka
meminta pendapat anda, itu
berarti mereka ingin merasakan empati atau
rasa peduli anda.
kebanyakan orang jika
mendengarkan orang lain menceritakan masalah
mereka, maka dengan segera orang
tersebut berkata: “wah seharusnya
begini!” atau “wah salah tuh!
yang bener begini”
dan sudah dapat ditebak bahwa
orang yang menceritakan masalah mereka
akan diam merasa tidak nyaman.
jika ada teman anda atau wanita
menceritakan masalahnya kepada
anda, tunjukanlah empati dan rasa peduli
anda kepadanya dan jangan
langsung memberikan pendapat anda!
tunggu sampai dia bertanya,
barulah anda berikan pendapat anda.
4. Mengerti
sudut pandang orang lain
steven covey dalam bukunya the 7
habits memukul kepala saya dengan
kalimat “seek first to
understand, then to be understood!” dalam bahasa
indonesia adalah “mengertilah
orang terlebih dahulu, barulah mereka
akan mengerti kita”.
nah kebanyakan yang kita lakukan
adalah kita mau dimengerti dulu baru kita
mau mengerti orang lain.
iya kan?…
dan apa yang biasanya terjadi? ya
sudah tentu hal yang kita namakan
conflict!
kenapa conflict?
karena kita tidak mau mengerti
dan mereka tidak mau mengerti, maka
terjadilah conflict.
coba bayangkan anda berdebat
dengan seseorang tentang sebuah mobil
yang anda lihat, dan anda berkata
“mobil itu warna hitam!” dan orang
tersebut berkata “hah? buta ya?
mobil itu warna hijau!”… dan anda berkata
“apa? lu yang buta! jelas-jelas
hitam!” dan perdebatan pun terus
berlangsung.
dan ternyata, anda dan dia, kedua-duanya
benar…
ternyata anda melihat sisi kiri
mobil yang memang warna hitam. sedangkan
orang tersebut melihat sisi kanan
mobil yang memang warna hijau… dengan
kata lain, mobilnya di cat
berbeda masing-masing sisi.
nah tapi akankah anda dimengerti
oleh “teman debat” anda jika anda tidak
terlebih dahulu mengerti dia?
bayangkan jika pada saat “teman
debat” anda ngotot mobilnya warna hijau
dan anda mengerti dia dahulu
dengan datang ke sisi nya dan melihat dari
sudut pandang nya yaitu sisi
kanan… akankah anda juga akan setuju bahwa
mobilnya warna hijau?
ya sudah tentu!
nah akankah “teman debat” anda
kini satu pendapat dengan anda yaitu
mobilnya berwarna hijau?
ya sudah tentu!
nah sekarang akankah mudah bagi
anda untuk mengajaknya datang ke sisi
kiri dan membuatnya setuju bahwa
mobilnya warna hitam?
sudah tentu!
contoh sederhana diatas
menggambarkan bahwa jika kita mau mengerti
dahulu, maka orang lain juga akan
mengerti anda juga.
jika anda dapat mengerti perasaan
orang lain, maka mereka akan mudah
membuka diri dan mengerti anda sebaliknya…
ini pun yang disebut
kalibrasi… dengan mengerti
perasaan wanita, anda akan tau lebih pasti
kapan untuk menelpon dia, kapan
untuk melakukan flirting, kapan untuk
bercanda, kapan untuk serius,
kapan untuk maju dan kapan untuk mundur…
kembangkanlah intuisi empati anda
untuk lebih mengerti dahulu sebelum
dimengerti orang lain.
seek first to understand, then to
be understood!
5. Pro-active
pro-aktif adalah kebalikan dari
re-aktif… pro aktif berarti anda dapat
tergerak untuk ber-inisiatif
melakukan sesuatu tanpa dorongan orang
lain… sedangkan re-aktif adalah
harus ada orang lain dulu yang
mendorong anda, barulah anda
punya inisiatif!
contoh yang paling sering saya
temui adalah pada saat latihan approach…
banyak teman-teman yang re-aktif.
dengan kata lain kalau ga ada yang
temenin, males ah latihan!
nah jika anda re-aktif, maka
orang lain akan melihat anda sebagai orang yang
pasif dan kurang menarik… jika
anda pro-aktif dan selalu ber-inisiatif
melakukan segala sesuatu yang
benar tanpa harus didorong-dorong, maka
anda akan jauh-jauh lebih
menarik! dan yang dasyat adalah anda dapat
menjadi seseorang yang mendorong
orang-orang yang re-aktif!
anda adalah seorang leader!
dan leadership adalah salah satu
sifat yang menarik bagi siapa saja!
so be pro-active!
tapi ingat! jangan pro-aktif
untuk sok-sok cari perhatian atau simpati cewe…
mereka bisa tau kalau anda cuma
“pura-pura” pro aktif dan sok jadi seksi
sibuk!…
jadilah natural dalam menjadi pro-aktif!
#sumber : pw artikel 2
#sumber : pw artikel 2
