Friday, 18 November 2016

5 Karakteristik yang disukai banyak orang


1 . Good mood
pernahkah anda bertemu seseorang yang tak peduli seberapa frustrasi nya
dia, dia tetap menemukan cara untuk tersenyum dan gembira? …seseorang
yang berkata “yah emang susah sih… tapi bisa laaa!!!” atau “wah ga tau nih
bakal kayak gimana tapi bodo la! …apapun yang terjadi tetep jalan!” atau
“wah! hari ini aku dipecat! sedih sih… tapi seneng juga bisa cari kerjaan
baru… entar malem ke x2 yu? lu yang traktir ya?… aku kan pengangguran!” :D
…dan pernahkah anda bertemu seseorang yang seberapa beruntungnya dia
tapi selalu saja mengeluh? seseorang yang berkata “haaaah! naik gaji tapi
tetep aja ga cukup!” dan semacamnya…

seperti anda tau, emosi itu menular. jika anda dapat memancarkan emosi
positif seakan tidak ada hal apapun yang dapat merenggut kebahagiaan
anda, maka wanita akan lebih tertarik dengan anda.
so be happy and stop complaining!
jadilah pria yang selalu melihat sisi positif dari semua hal negatif yang
ditemuinya.

2. Tidak berusaha mengambil simpati orang lain.
banyak orang melakukan hal hebat, tapi sayangnya mereka terlalu
berlebihan dalam “membanggakan” prestasi mereka.
orang yang ingin mendapatkan simpati orang lain dengan menonjolkan
diri atau value nya adalah justru orang yang tidak menarik.
orang yang dapat menahan “gejolak” untuk memamerkan prestasi mereka
sehebat apapun itu dan mampu untuk “stay in control”, adalah justru lebih
menarik.
be attractive but stay low key.

3. Tidak berusaha untuk selalu memberikan pendapat terhadap semua masalah orang.
ini adalah hal yang vital!
kebanyakan orang mempunyai pikiran yang salah… jika teman anda
menceritakan masalah mereka atau curhat, itu bukan berarti mereka
meminta pendapat anda, itu berarti mereka ingin merasakan empati atau
rasa peduli anda.
kebanyakan orang jika mendengarkan orang lain menceritakan masalah
mereka, maka dengan segera orang tersebut berkata: “wah seharusnya
begini!” atau “wah salah tuh! yang bener begini”
dan sudah dapat ditebak bahwa orang yang menceritakan masalah mereka
akan diam merasa tidak nyaman. jika ada teman anda atau wanita
menceritakan masalahnya kepada anda, tunjukanlah empati dan rasa peduli
anda kepadanya dan jangan langsung memberikan pendapat anda!
tunggu sampai dia bertanya, barulah anda berikan pendapat anda.

4. Mengerti sudut pandang orang lain
steven covey dalam bukunya the 7 habits memukul kepala saya dengan
kalimat “seek first to understand, then to be understood!” dalam bahasa
indonesia adalah “mengertilah orang terlebih dahulu, barulah mereka
akan mengerti kita”.
nah kebanyakan yang kita lakukan adalah kita mau dimengerti dulu baru kita
mau mengerti orang lain.
iya kan?…
dan apa yang biasanya terjadi? ya sudah tentu hal yang kita namakan
conflict!
kenapa conflict?
karena kita tidak mau mengerti dan mereka tidak mau mengerti, maka
terjadilah conflict.
coba bayangkan anda berdebat dengan seseorang tentang sebuah mobil
yang anda lihat, dan anda berkata “mobil itu warna hitam!” dan orang
tersebut berkata “hah? buta ya? mobil itu warna hijau!”… dan anda berkata
“apa? lu yang buta! jelas-jelas hitam!” dan perdebatan pun terus
berlangsung.
dan ternyata, anda dan dia, kedua-duanya benar…
ternyata anda melihat sisi kiri mobil yang memang warna hitam. sedangkan
orang tersebut melihat sisi kanan mobil yang memang warna hijau… dengan
kata lain, mobilnya di cat berbeda masing-masing sisi.
nah tapi akankah anda dimengerti oleh “teman debat” anda jika anda tidak
terlebih dahulu mengerti dia?
bayangkan jika pada saat “teman debat” anda ngotot mobilnya warna hijau
dan anda mengerti dia dahulu dengan datang ke sisi nya dan melihat dari
sudut pandang nya yaitu sisi kanan… akankah anda juga akan setuju bahwa
mobilnya warna hijau?
ya sudah tentu!
nah akankah “teman debat” anda kini satu pendapat dengan anda yaitu
mobilnya berwarna hijau?
ya sudah tentu!
nah sekarang akankah mudah bagi anda untuk mengajaknya datang ke sisi
kiri dan membuatnya setuju bahwa mobilnya warna hitam?
sudah tentu!
contoh sederhana diatas menggambarkan bahwa jika kita mau mengerti
dahulu, maka orang lain juga akan mengerti anda juga.
jika anda dapat mengerti perasaan orang lain, maka mereka akan mudah
membuka diri dan mengerti anda sebaliknya… ini pun yang disebut
kalibrasi… dengan mengerti perasaan wanita, anda akan tau lebih pasti
kapan untuk menelpon dia, kapan untuk melakukan flirting, kapan untuk
bercanda, kapan untuk serius, kapan untuk maju dan kapan untuk mundur…
kembangkanlah intuisi empati anda untuk lebih mengerti dahulu sebelum
dimengerti orang lain.
seek first to understand, then to be understood!

5. Pro-active
pro-aktif adalah kebalikan dari re-aktif… pro aktif berarti anda dapat
tergerak untuk ber-inisiatif melakukan sesuatu tanpa dorongan orang
lain… sedangkan re-aktif adalah harus ada orang lain dulu yang
mendorong anda, barulah anda punya inisiatif!
contoh yang paling sering saya temui adalah pada saat latihan approach…
banyak teman-teman yang re-aktif. dengan kata lain kalau ga ada yang
temenin, males ah latihan!
nah jika anda re-aktif, maka orang lain akan melihat anda sebagai orang yang
pasif dan kurang menarik… jika anda pro-aktif dan selalu ber-inisiatif
melakukan segala sesuatu yang benar tanpa harus didorong-dorong, maka
anda akan jauh-jauh lebih menarik! dan yang dasyat adalah anda dapat
menjadi seseorang yang mendorong orang-orang yang re-aktif!
anda adalah seorang leader!
dan leadership adalah salah satu sifat yang menarik bagi siapa saja!
so be pro-active!
tapi ingat! jangan pro-aktif untuk sok-sok cari perhatian atau simpati cewe…
mereka bisa tau kalau anda cuma “pura-pura” pro aktif dan sok jadi seksi
sibuk!…
jadilah natural dalam menjadi pro-aktif!

#sumber : pw artikel 2