Friday, 15 June 2012

Attitude Towards Relationship(sikap terhadap hubungan) part 1


Attitude Towards Relationship(sikap terhadap hubungan)
By Ronald Frank
Part One:


If you like it, then take it… if you don’t, just leave it…
(Jika Anda suka, lanjutkan ... jika Anda tidak, biarkan ...)

sebelum kita memikirkan bagaimana CARANYA membuat PASANGAN KITA BETAH untuk ada dalam relationship, kita harus PIKIRKAN DULU setting standar kita yaitu MINDSET kita sendiri!

Fase SELEKSI adalah fase dimana kedua pasangan saling “meng-audisi”... fase ini juga bisa disebut pedekate...

Ingat ini: Jika anda tidak MAU PUNYA MASALAH, jangan cari MASALAH!...



Maka Fase ini penting untuk “menentukan” apakah calon pasangan anda itu adalah orang yang akan membuat anda bahagia, atau membuat anda terpuruk.

Orang MENENTUKAN untuk menuju relationship dengan pasangannya hanya dengan dua faktor, yaitu:

1. EMOSI (perasaan)
2. LOGIKA (preferensi, fisik, masa depan cerah, dll)

Nah kebanyakan orang MENGAMBIL keputusan untuk in a relationship berdasarkan EMOSI… dan hal ini banyak membuat orang BUTA akan kenyataan… yang ada dipikiran mereka adalah

AKU AKAN MELAKUKAN APA SAJA TERMASUK MENGHANCURKAN HIDUPKU ASAL BISA SAMA PACARKU!”

 dan setelah mereka in a relationship, semua tidak “indah” seperti yang mereka pikirkan sebelumnya... mulai bermunculan masalah dari pihak keluarga mereka, masalah kehidupan seperti waktu, keuangan dan kecemburuan, mereka mulai BOSAN satu sama lain, saling tidak sependapat dan akhirnya MEREKA MENYESALI keputusan yang mereka ambil itu, karena keputusan mereka itu HANYA berdasarkan emosi sementara yang membutakan mereka akan realita yang sesungguhya yaitu HIDUP itu LEBIH hanya dari sekedar ROMANTIKA... dengan kata lain, mereka tidak bisa ME-MANAGE dengan baik Relationship mereka karena hanya berdasarkan EMOSI...

Ada juga yang “gambling” seperti diatas dan BERHASIL membuat relationship mereka langgeng karena saling cocok... tapi itu mungkin hanya 1% kemungkinan…

Kebalikannya adalah orang-orang yang menggunakan LOGIKA… mereka mencari pasangan yang sesuai PREFERENSI mereka TANPA memikirkan RASA

Contohnya seseorang mempunyai PREFERENSI pasangan yang tinggi, putih dan kaya… dia mencari dan menemukan pasangan yang sesuai PREFERENSI nya dan akhirnya memutuskan untuk in a relationship...

Tapi sayang karena relationship nya HANYA didasari PREFERENSI dan tidak melibatkan EMOSI atau RASA CINTA, maka tetaplah itu akan sia-sia…

Hubungannya akan terasa hambar karena ketidak cocokan masing-masing dalam sifat dan perasaan walaupun secara MANAJEMEN semuanya sudah PAS…

Yang HARUS diperhatikan adalah adalah HARMONISASI “Emosi” dan “Logika” kita untuk manajemen kedepan...

Ingat juga bahwa kita adalah orang-orang yang masih hidup dalam budaya asia yang MASIH HARUS dicampuri dengan urusan KELUARGA… kita tidak bisa SEPENUHNYA INDEPENDENT…

Jadi pastikan KELUARGA kitapun MERESTUI pasangan kita jika kita TIDAK MAU PUSING DENGAN URUSAN KELUARGA!

I’ve been on this situation SO MANY TIMES!... specially with my MOM… sadly we have DIFFERENT characteristic for my GF… but its ok… finally she REALIZE that my HAPPINESS is based on ME… thank you mom…

Pikirkan juga tentang hal-hal yang akan kalian hadapi di fase Relationship untuk kemudahan me-manage nya… tapi jangan OVER ANALIZE dan terlalu STRICT!...

Kuncinya adalah HERMONISASI kebebasan dan peraturan yang sehat!

Pastikan pasangan kalian itu PASANGAN YANG SEHATI DAN SE-PENGERTIAN! Jangan hanya mentang-mentang cantik atau ganteng langsung jadian!... paling pusing in a relationship sama orang yang CEMBURUAN, CURIGA’AN dan GA PENGERTIAN…

Relationhip itu ditujukan untuk MEMBAWA KITA LEBIH TINGGI… bukan MEMBAWA KITA LEBIH DALAM KEDALAM MASALAH dan KEHANCURAN!

Relationship should make our life HAPPY, otherwise its NOT a RELATIONSHIP…

Pesan catatan : THINK BEFORE YOU JUMP…